PELAYAN TUHAN BERHENTI BELAJAR KATHAROS BERHENTI BERTUMBUH ( The servant of God stop learning stop growing katharos )

Rabu, 15 Agustus 2012


pula orang yang menganggap waktu adalah kesempatan-kesempatan sepanjang hidup. Yang jelas, sebagaian besar orang pasti akan se

Jika Berjanji, Tepatilah

tuju bahwa waktu sangatlah berharga. Hanya orang-orang bodohlah yang tidak menghargai waktu.
Tuhan pun menghargai waktu. Perhatikan bagaimana Allah mengatur waktuNya saat menciptakan dunia ini. la tidak bekerja serampangan dan tanpa keteraturan.
Segala sesuatunya direncanakan dan dilaksanakan dalam waktu yang teratur. Karya penebusan-Nya, kebangkitan-Nya bahkan kedatangan-Nya kembali sudah diatur waktunya. Bayangkan bila Allah yang hidup dalam kekekalan saja begitu menghargai waktu, bukankah seharusnya terlebih lagi kita yang hidup hanya sementara di dunia ini.
Karena waktu

pula orang yang menganggap waktu adalah kesempatan-kesempatan sepanjang hidup. Yang jelas, sebagaian besar orang pasti akan setuju bahwa waktu sangatlah berharga. Hanya orang-orang bodohlah yang tidak menghargai waktu.
Tuhan pun menghargai waktu. Perhatikan bagaimana Allah mengatur waktuNya saat menciptakan dunia ini. la tidak bekerja serampangan dan tanpa keteraturan.
Segala sesuatunya direncanakan dan dilaksanakan dalam waktu yang teratur. Karya penebusan-Nya, kebangkitan-Nya bahkan kedatangan-Nya kembali sudah diatur waktunya. Bayangkan bila Allah yang hidup dalam kekekalan saja begitu menghargai waktu, bukankah seharusnya terlebih lagi kita yang hidup hanya sementara di dunia ini.
Karena waktu
Tuhan pun menghargai waktu. Perhatikan bagaimana Allah mengatur waktuNya saat menciptakan dunia ini. la tidak bekerja serampangan dan tanpa keteraturan.
Segala sesuatunya direncanakan dan dilaksanakan dalam waktu yang teratur. Karya penebusan-Nya, kebangkitan-Nya bahkan

Senin, 13 Agustus 2012

Disiplin Membangun Mezbah Doa - Discipline Building the Altar of Prayer


Apa itu Mezbah...???
(Wikipedia Ensiklopedi) Mezbah = Altar, artinya bangunan apapun dimana (hewan) kurban atau persembahan lainnya dipersembahkan untuk tujuan religius, atau tempat sakral dimana upacara keagamaan berlangsung.  Mezbah pertama yang dicatat Alkitab adalah mezbah yang didirikan oleh Nuh. Melalui mezbah inilah Nuh mempersembahkan korban yang merupakan suatu  penyembahan kepada Tuhan. (Kejadian 8:20 dan 9:1) ; (Kej. 12: 7).
Mezbah penyembahan kita sekarang ini tidaklah sama dengan mezbah pada perjanjian lama. Mezbah Penyembahan kita saat ini lebih sesuai dengan dengan perjanjian baru, telah disempurnakan oleh Yesus Kristus yaitu berdasarkan pada Kasih Karunia.  (Ibrani 13:15)
Mezbah berbicara tentang hubungan kita dengan Tuhan. Mezbah berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.
                Doa adalah komunikasi dua arah yang didasari suatu hubungan antara hidup kita dengan sumber kehidupan yaitu Tuhan sendiri.
v  Mezbah Doa Pribadi
Mezbah doa ini berbicara tentang hubungan komunikasi pribadi kita dengan Tuhan.. Membangun mezbah doa pribadi dapat menciptakan hubungan yang lebih intim antara kita pribadi dengan Tuhan. Dengan membangun mezbah doa pribadi dapat memperkuat iman dan pengharapan kita.

v  Mezbah Doa Kelompok
Doa kelompok juga merupakan bagian yang penting dari kehidupan doa orang Kristen. Mezbah doa berkelompok merupakan waktu di mana kita mendekatkan diri dengan Tuhan secara bersama-sama.
Doa secara berkelompok dapat :
ü  menciptakan suasana kesatuan dan kesehatian di dalam persekutuan.
ü  Ketika kita berkumpul bersama-sama untuk membangun mezbah doa, maka disitu Allah juga akan hadir ditengah-tengah kita (Matius 18:19-20)
ü  Doa bersama/kelompok lebih berkuasa ketika kita berdoa bersama dan bersepakat dengan saudara-saudara seiman yang lain (Matius 18:19-20)
ü  Dengan doa berkelompok,kita bisa saling menjaga, mendukung dan menguatkan dalam doa dan keseharian kita.
Mengapa Mezbah Doa perlu dibangun..???
1.       Doa merupakan napas kehidupan
Bagi anak-anak Tuhan, doa adalah nafas kita. Jika anda tidak bernafas, anda akan mati. Orang Kristen yang tidak berdoa sama seperti orang yang mati secara rohani.

2.       Tuhan Yesus sendiri berdoa
Selama pelayananNya, Injil memberitahu kita bahwa Ia seringkali pergi menyendiri untuk berdoa (Markus 1:25).

3.       Doa menghancurkan Ke-ego-an kita dan membuat kita mampu menerima kehendak Tuhan
Doa membawa kita kepada Tuhan, sehingga kita akan menjalani kehidupan yang berpusat kepada Tuhan. Dengan doa maka hidup kita akan dituntun dan tetap berada dalam jalan Tuhan. Dengan demikian kita tidak lagi dituntun oleh ke-ego-an kita, tetapi kita lebih dapat menerima kehendak Tuhan yang memang menurut Tuhan itu yang paling terbaik (Roma 12:2).
Macam-macam Doa
  1. Doa pribadi
    • Doa pengakuan dosa (1 Yohanes 1:9 )
    • Doa pernyataan ( Roma 10:9-10 )
    • Doa permohonan ( Filipi 4:6 )
    • Doa ucapan syukur  ( Filipi 4:6 )
    • Doa pengagungan ( Mazmur 18:3-4)
    • Doa keintiman ( Keluaran 33:19-20; Kidung agung 1:12; Mazmur 63:7-9 )
  2. Doa syafaat
    • Doa peperangan rohani ( Efesus 6:10-18)
    • Doa ratapan ( Yesaya 62:1-2,6-7; Yeremia 9:1; Yoel 1:13)
    • Doa terobosan ( Kolose 4:3-4; Kisah Para Rasul 4:31 )
    • Doa nubuatan ( Yeheskiel 37:1-14)
Cara berdoa yang baik dan benar menurut perintah Tuhan Yesus dalam kitab injil
1)    Berdoalah dengan tekun.
(Matius 7:7); (Lukas 18:1-7) ; (Kisah Para Rasul 1:14)

2)    Berdoalah secara tersembunyi.
(Matius 6:6)

3)    Berdoalah dengan tidak bertele-tele.
(Matius 6:7)

4)    Berdoalah dalam nama Yesus.
(Yohanes 14:13-14); (Yohanes 15:7)

5)     Berdoalah dengan iman dan keyakinan bahwa doamu sedang dikabulkan.
(Markus 11:24)

6)    Berdoalah menurut pola ”Doa Bapa Kami”.
(Matius 6:9-13)

7)    Berdoalah dengan hati mengampuni.
(Matius 5:44); (Lukas 6:27); (Matius 6:14-15); (Markus 11:25); (Matius 5:23-25)

8)    Berdoalah dengan rendah hati dan dengan pertobatan.
 (Matius 6:12); (Lukas 18:13); (Lukas 22:40)

9)    Berdoalah untuk mengundang Roh Kudus.
(Lukas 11:13); (Lukas 24:49); (Kisah Para Rasul 1:8)

10)     Berdoalah untuk pekerjaan Tuhan.
 (Matius 9:38); (Lukas 10:2)

Bagaimana Cara Melatih Diri untuk berdoa 
dengan konsisten...???
 
1.    Bangun Komitmen dengan Tuhan dan penyerahan hati 
Mengikut Yesus itu sangat sulit. Rahasianya itu adalah terletak pada komitmen. 
Komitmen itu berupa janji suci kita kepada Tuhan, untuk mengikuti Yesus sampai akhir,
 baik dalam keadaan susah maupun bahagia untuk tidak meninggalkan Tuhan sampai selama-lamanya.
 
2.    Bangun Sistem Tanggung Jawab
Tentukan seseorang yang kepadanya Anda mempertanggungjawabkan kehidupan doa Anda. 
Hal lain adalah dengan mengadakan pertemuan doa secara berkala, 
misalkan seminggu dua kali bersama dengan beberapa orang yang lain. 
Berkumpul dengan orang lain untuk berdoa akan menolong diri kita untuk berdisiplin dalam berdoa
 dan bersikap jujur dengan kehidupan doa kita.
 
3.    Bangun Sarana Penekanan untuk Berdoa
Untuk membangun disiplin diperlukan sarana penekanan. 
Salah satu sarana penekanan yang acap digunakan orang adalah janji.
 "Tidak akan makan makanan jasmani sebelum saya terlebih dahulu makan makanan rohani dan berdoa." 
Slogan yang acap diucapkan adalah "no Bible no breakfast".
 Karena setiap orang pasti harus makan makanan jasmani, 
baik dengan sarapan atau waktu makan yang lain, 
maka sarana penekanan ini akan sangat efektif bila dilakukan dengan penuh tanggung jawab. 

Tuhan hanya sejauh doa. Itu berarti bahwa banyak hal besar bias terjadi oleh kuasa doa. Sekalipun demikian, bukan kita yang hebat melainkan Tuhan, Sang Penjawab Doa itu sendiri. Sehingga berbagai hasil luar biasa yang terjadi setelah kit aberdoa, tetap haru smenghasilkan kemuliaan bagi Nama-Nya.

Ayat Hafalan : Lukas 18:7
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-mengulur waktu sebelum menolong mereka...???”

Tuhan Yesus Memberkati.
File_ Pmk Katharos_Persekutuan Doa Sunday._05 Agustus 2012

Sabtu, 04 Agustus 2012

DISIPLIN BELAJAR FIRMAN TUHAN - LEARN THE WORD GOD DISCIPLINE

(Bible Study)
            Hidup rohani seorang Kristen adalah pertumbuhan dari bayi-bayi rohani menjadi manusia rohani yang dewasa (Ibr. 5:11-16; Efesus 4:14, 24; Kolose 3:10).
Hidup rohani seorang Kristen tidaklah statis namun dinamis; hidup dan bertumbuh. Dalam pertumbuhannya itu kehidupan seorang Kristen terus-menerus diubah dan dibentuk hingga mencapai tujuan utama yaitu kedewasaan rohani/iman yaitu menjadi serupa dengan Kristus.

Pembentukan hidup rohani seorang Kristen telah dijamin oleh Tuhan untuk berhasil, maka Ia menyediakan sarana-sarana anugerah,salah satunya :

Alkitab. :
Alkitab merupakan sarana anugerah yang paling luar biasa yang diberikan kepada umat pilihan-Nya. Melalui Firman yang tertulis ini manusia dimungkinkan untuk mengenal Sang Pencipta, pimpinan-Nya, ketetapan-Nya dan kehendak-Nya atas hidup rohani orang-orang percaya. Tidak mentaati Firman-Nya berarti tidak mentaati Dia, Allah yang Mahakuasa. (Yohanes 17:17; Efesus 5:25-27)
Roh Kudus :
Roh Kudus dikirimkan untuk menjadi penolong, yang bukan hanya menyertai orang percaya, tapi juga membimbing dan memimpin orang percaya untuk mengerti kebenaran-Nya (Firman-Nya). (Yohanes 14:16; 16:14)

Untuk menjamin agar disiplin rohani ini memberi dampak yang efektif maka disiplin rohani harus dilaksanakan secara rutin dan dengan kesungguhan untuk tekun melaksanakannya. Tujuan melakukan disiplin rohani adalah supaya manusia lama kita perlahan-lahan (tetapi pasti) hilang kuasanya dan manusia baru yang telah diselamatkan di dalam Kristus dapat terus menerus dibangun dengan kuat sehingga menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Rutinitas melaksanakan disiplin rohani penting tetapi perlu diingat bahwa rutinitas yang akhirnya hanya menjadi kegiatan belaka tidak akan memberikan pertumbuhan rohani yang diharapkan Tuhan

MACAM-MACAM LATIHAN BELAJAR FIRMAN TUHAN
Bagaimana cara melakukan latihan belajar firman Tuhan? Ada beberapa macam latihan yang bisa kita lakukan secara bervariasi atau bergantian:
  1. Mendengarkan Firman Tuhan (Lukas 11:28; Roma 10:17; 1 Timotius 4:13)
    Ini adalah latihan yang paling gampang dilakukan. Dikatakan sebagai disiplin karena harus dilakukan dengan sengaja dan teratur, tidak karena kebetulan. Mendengarkan Firman Tuhan tidak hanya dilakukan secara bersama-sama di gereja Tuhan sambil mendengarkan kotbah, tetapi juga ketika di rumah sendiri. Tujuannya adalah untuk membiasakan diri "mendengar suara-Nya."
  2. Membaca Firman Tuhan (2 Timotius 3:16, 17; Wahyu 1:3)
    Kalau kita ingin agar sifat-sifat dan karakter kedagingan kita diubah dan dikoreksi, maka kita harus sering membaca Firman Tuhan dalam konteks keseluruhan Firman Tuhan. Membaca Alkitab dari awal sampai akhir secara berurutan merupakan cara yang paling efektif. Ada banyak metode dan alat yang bisa dipakai untuk melakukan latihan ini, asal kita bisa melawan kendala utama kita, yaitu malas, dan tidak mau disiplin atau kurang motivasi.
  3. Menggali Firman Tuhan (Ezra 7:10; Kisah Para Rasul 17:11; 2 Timotius 4:13)
    Manfaat rohani terbesar dalam disiplin ini bisa didapatkan dari menggali kebenaran Firman Tuhan. Namun untuk itu dibutuhkan waktu dan usaha kerja keras (pikiran). Selain itu dibutuhkan kesabaran untuk dapat menikmati hasilnya. Kendala utama yang sering dihadapi orang Kristen adalah menjadi malas kalau tidak cepat melihat hasilnya. Karena itu latihan ini sering terhenti di tengah jalan atau malas untuk melakukannya lagi.
  4. Menghafal Firman Tuhan (Mazmur 119:11; Efesus 6:17)
    Ada banyak manfaat dalam menghafal Firman Tuhan, diantaranya: menyimpan kekuatan rohani untuk waktu-waktu darurat, memperkuat iman, menjadi alat yang Tuhan pakai untuk membimbing kita, menstimulasi kita untuk terus merenungkan Firman Tuhan.
  5. Merenungkan Firman Tuhan (Yosua 1:8; Mazmur 39:3; Yeremia 23:29)
    Salah satu cara untuk merenungkan Firman Tuhan adalah dengan melakukan meditasi, yaitu mengkonsentrasikan pikiran untuk memikirkan kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Alkitab sehingga sungguh-sungguh dimengerti, didoakan dan diaplikasikan dalam hidup. Untuk memulai meditasi, pikiran harus jernih dan penuh dengan pikiran Kristus. Selama meditasi, aktivitas mental dimaksimalkan.
  6. Mempelajari Firman Tuhan (1 Timotius 3:16; Lukas 24:27; 2 Timotius 2:16-19)
    Mempelajari firman Tuhan dengan bertanggung jawab membutuhkan pengetahuan tentang teori prinsip menafsir dan alat-alat berupa buku-buku penunjang.
Secara umum : 

Mengapa kita perlu disiplin ? 

2 timotius 3 :1-17
Yesaya. 59:1-2
Ibrani 12:10

            Manfaat apa yg  kita dapat dari belajar FIRMAN TUHAN ?

     2 Timotius 3 : 16-17 
     mazmur 119 :105

         bagaimana cara kita untuk melatih diri kita supaya disiplin

- Kelompok = Kisah para rasul 2 ; 41-47 
- mandiri     =  1 timotius 4 : 7b-8

          Apa bedanya belajar dan merenungkan FIRMAN TUHAN ?

Kisah para rasul 17 : 11 (belajar)
mazmur 1 :2-3 (renungkan)

      Perlengkapan apa yg kita butuhkan untuk belajar FIRMAN TUHAN ?

Markus  4 : 9
matius 4 : 6
yohanes 16 : 13

Dalam persekutuan :
      Bagaimana  supaya disiplin belajar FIRMAN TUHAN bisa menjadi karakter murid-murid TUHAN di PMK KATHAROS, walaupun di tengah-tengah  jadwal  kuliah yg  padat?

      Apa saja kendala-kendala dalam  mempelajari FIRMAN TUHAN ? apakah solusinya bagi kita?

      Apakah ada kesulitan dalam menerapkan pelajaran-pelajaran FIRMAN TUHAN yang sudah di peroleh? Apakah solusi kita?

      Apakah komitmen kita bersama supaya kedisiplinan dalam belajar FIRMAN TUHAN dapat menjadi gaya/ karakter murid-murid TUHAN di PMK KATHAROS?

      Bagaimana caranya supaya kedisiplinan belajar FIRMAN TUHAN dapat diteruskan kepada angkatan/generasi yg kemudian?


NB :  ayat hafalan : 2 timotius 3 : 16 ‘’segala Tulisan yang di ilhamkan ALLAH, memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”

Contoh :
Bayi-bayi rohani harus dipelihara dan diberi makan makanan rohani secara teratur supaya bertumbuh. Seperti halnya tubuh manusia, cepat lambatnya pertumbuhan tergantung dari makanan dan gizi yang diasupnya



 Tuhan Yesus Memberkati.
File_ Pmk Katharos_Persekutuan Doa Sunday._29 juli 2012
“DISIPIN BELAJAR FIRMAN TUHAN”
(Bible Study)
            Hidup rohani seorang Kristen adalah pertumbuhan dari bayi-bayi rohani menjadi manusia rohani yang dewasa (Ibr. 5:11-16; Efesus 4:14, 24; Kolose 3:10).
Hidup rohani seorang Kristen tidaklah statis namun dinamis; hidup dan bertumbuh. Dalam pertumbuhannya itu kehidupan seorang Kristen terus-menerus diubah dan dibentuk hingga mencapai tujuan utama yaitu kedewasaan rohani/iman yaitu menjadi serupa dengan Kristus.

Pembentukan hidup rohani seorang Kristen telah dijamin oleh Tuhan untuk berhasil, maka Ia menyediakan sarana-sarana anugerah,salah satunya :

Alkitab. :
Alkitab merupakan sarana anugerah yang paling luar biasa yang diberikan kepada umat pilihan-Nya. Melalui Firman yang tertulis ini manusia dimungkinkan untuk mengenal Sang Pencipta, pimpinan-Nya, ketetapan-Nya dan kehendak-Nya atas hidup rohani orang-orang percaya. Tidak mentaati Firman-Nya berarti tidak mentaati Dia, Allah yang Mahakuasa. (Yohanes 17:17; Efesus 5:25-27)
Roh Kudus :
Roh Kudus dikirimkan untuk menjadi penolong, yang bukan hanya menyertai orang percaya, tapi juga membimbing dan memimpin orang percaya untuk mengerti kebenaran-Nya (Firman-Nya). (Yohanes 14:16; 16:14)

Untuk menjamin agar disiplin rohani ini memberi dampak yang efektif maka disiplin rohani harus dilaksanakan secara rutin dan dengan kesungguhan untuk tekun melaksanakannya. Tujuan melakukan disiplin rohani adalah supaya manusia lama kita perlahan-lahan (tetapi pasti) hilang kuasanya dan manusia baru yang telah diselamatkan di dalam Kristus dapat terus menerus dibangun dengan kuat sehingga menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Rutinitas melaksanakan disiplin rohani penting tetapi perlu diingat bahwa rutinitas yang akhirnya hanya menjadi kegiatan belaka tidak akan memberikan pertumbuhan rohani yang diharapkan Tuhan

MACAM-MACAM LATIHAN BELAJAR FIRMAN TUHAN
Bagaimana cara melakukan latihan belajar firman Tuhan? Ada beberapa macam latihan yang bisa kita lakukan secara bervariasi atau bergantian:
  1. Mendengarkan Firman Tuhan (Lukas 11:28; Roma 10:17; 1 Timotius 4:13)
    Ini adalah latihan yang paling gampang dilakukan. Dikatakan sebagai disiplin karena harus dilakukan dengan sengaja dan teratur, tidak karena kebetulan. Mendengarkan Firman Tuhan tidak hanya dilakukan secara bersama-sama di gereja Tuhan sambil mendengarkan kotbah, tetapi juga ketika di rumah sendiri. Tujuannya adalah untuk membiasakan diri "mendengar suara-Nya."
  2. Membaca Firman Tuhan (2 Timotius 3:16, 17; Wahyu 1:3)
    Kalau kita ingin agar sifat-sifat dan karakter kedagingan kita diubah dan dikoreksi, maka kita harus sering membaca Firman Tuhan dalam konteks keseluruhan Firman Tuhan. Membaca Alkitab dari awal sampai akhir secara berurutan merupakan cara yang paling efektif. Ada banyak metode dan alat yang bisa dipakai untuk melakukan latihan ini, asal kita bisa melawan kendala utama kita, yaitu malas, dan tidak mau disiplin atau kurang motivasi.
  3. Menggali Firman Tuhan (Ezra 7:10; Kisah Para Rasul 17:11; 2 Timotius 4:13)
    Manfaat rohani terbesar dalam disiplin ini bisa didapatkan dari menggali kebenaran Firman Tuhan. Namun untuk itu dibutuhkan waktu dan usaha kerja keras (pikiran). Selain itu dibutuhkan kesabaran untuk dapat menikmati hasilnya. Kendala utama yang sering dihadapi orang Kristen adalah menjadi malas kalau tidak cepat melihat hasilnya. Karena itu latihan ini sering terhenti di tengah jalan atau malas untuk melakukannya lagi.
  4. Menghafal Firman Tuhan (Mazmur 119:11; Efesus 6:17)
    Ada banyak manfaat dalam menghafal Firman Tuhan, diantaranya: menyimpan kekuatan rohani untuk waktu-waktu darurat, memperkuat iman, menjadi alat yang Tuhan pakai untuk membimbing kita, menstimulasi kita untuk terus merenungkan Firman Tuhan.
  5. Merenungkan Firman Tuhan (Yosua 1:8; Mazmur 39:3; Yeremia 23:29)
    Salah satu cara untuk merenungkan Firman Tuhan adalah dengan melakukan meditasi, yaitu mengkonsentrasikan pikiran untuk memikirkan kebenaran-kebenaran yang diungkapkan dalam Alkitab sehingga sungguh-sungguh dimengerti, didoakan dan diaplikasikan dalam hidup. Untuk memulai meditasi, pikiran harus jernih dan penuh dengan pikiran Kristus. Selama meditasi, aktivitas mental dimaksimalkan.
  6. Mempelajari Firman Tuhan (1 Timotius 3:16; Lukas 24:27; 2 Timotius 2:16-19)
    Mempelajari firman Tuhan dengan bertanggung jawab membutuhkan pengetahuan tentang teori prinsip menafsir dan alat-alat berupa buku-buku penunjang.
Secara umum :
Rounded Rectangle: 2 tim 3 :1-17
Yes. 59:1-2
Ibrani 12:10Mengapa kita perlu disiplin ?