PELAYAN TUHAN BERHENTI BELAJAR KATHAROS BERHENTI BERTUMBUH ( The servant of God stop learning stop growing katharos )

Minggu, 21 Agustus 2011

Betapa Indahnya Mereka yang Membawa Injil

Betapa Indahnya Mereka yang Membawa Injil
Roma 10:1-15 
 

Roma  10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Perbuatan baik yg kecil dapat memberikan semangat hidup. Tuhan Yesus datang ke dunia utk menjadi kawan sejati kita dan memberikan semangat hidup. Dlm pasal ini, Rasul Paulus menjelaskan beberapa kali bahwa manusia hanya dapat diselamatkan melalui Tuhan Yesus. Kata keslamatan mempunyai banyak arti tetapi dlm firman Tuhan, keselamatan hanya melalui Kristus dan oleh iman saja. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah krn dosa. Tapi Tuhan ingin membenarkan manusia, karena itu Tuhan Yesus datang utk membenarkan
kita. Keselamatan dari Kristus juga berarti pendamaian dgn Allah dan sesama. Karena jika kita dibenarkan maka kita akan menerima damai sejahtera.

Keselamatan dari Kristus juga berarti mendapat hidup baru, yaitu hidup sebagai anak Allah. Tuhan juga senang jika kita menjadi anak-Nya dan memanggil-Nya dgn sebutan Bapa. Dalam surat Roma, Paulus menjelaskan bhw kehidupan lahiriah lama manusia dirusak oleh dosa dan mengakibatkan hubungan kita dgn Tuhan dan juga dgn sesama manusia menjadi putus dan mengakibatkan kesendirian dan ketidak-jelasan tujuan hidup. Dgn menerima hidup baru, hubungan manusia dgn Tuhan dan sesama diperbaiki krn di dalam hatinya ada Tuhan. Semua ini hanya dikarenakan iman kepada Kristus. Pd Roma 10:9-10, dijelaskan pengakuan iman dan akibat dari iman kpd Yesus yaitu mendapatkan keselamatan. Mengaku berarti percaya. Kita mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan krn dipimpin oleh Roh Kudus (Roma 8:14). Banyak manusia mencari keselamatan tetapi manusia tidak dapat mendapatkan keselamatan itu dgn kekuatan sendiri, krn itu Tuhan menyediakan jalan bagi manusia. Kuasa dan pengorbanan Kristus memberi hidup baru, damai sejahtera dan pembenaran yg kekal. Jadi barangsiapa yg telah menerima ini semua pasti merasa bhw hal ini hrs diberitahukan kpd orang lain (Roma 10:14).

Manusia hanya dapat diselamatkan krn iman; percaya, mengerti, menyetujui dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Karena itu semua orang harus mendengar firman Tuhan dan mengaku agar bisa diselamatkan. Allah telah memberikan kekayaan yang tidak dapat didapat oleh manusia yaitu keselamatan bagi semua orang yang percaya. Karena itu saat ini ada seratus ribu lebih misionaris pergi ke seluruh dunia untuk menyampaikan kabar ini. Firman Tuhan mengatakan bahwa betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.
Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 14 Agustus 2011

kepenuhan hidup dalam Kristus

Kolose 2 : 6 – 8
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Firman Tuhan memberikan kekuatan iman dan semangat kepada kita dalam pemberian diri kita kepada Tuhan. Supaya kita semakin giat dan setia didalam mengiring Tuhan. Kita dipanggil Tuhan menjadi anak Tuhan, supaya betul-betul dipenuhi dengan kekuatan firman dan kuasa Roh Kudus, kepenuhan hidup didalam Kristus, sehingga kita akan mengalami kebahagiaan dan pertolongan Tuhan yang sungguh luar biasa.

Kalau kita mengalami kepenuhan dalam Kristus, kita akan melihat betapa indahnya hidup didalam Tuhan. Tuhan yang akan menuntun setiap langkah kehidupan kita. Karena itu sangat perlu bagi kita sebelum memulai aktivitas, bangun pagi dan berdoa terlebih dahulu, datang kepada Tuhan menyerahkan keberadaan hidup kita, minta pertolongan atas pekerjaan, minta perlindungan dari Tuhan, supaya terhindar dari maut / tipu muslihat Iblis. Karena Iblis sangat licik dan ingin mencelakakan anak-anak Tuhan. Program Iblis adalah menghancurkan anak-anak Tuhan dan hamba-hamba Tuhan. Tapi kalau kita ada dalam kuat kuasa Allah, Iblis tidak akan berdaya. Kalau kita berada dalam lindungan kekuatan kuasa Allah, kita akan mengalami kemenangan.

Kita yang sudah mengerti dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, kita harus tetap berada didalam Tuhan. Kepercayaan / keimanan kita jangan tanggung-tanggung, sehingga bila ada pengaruh datang, maka kepercayaan kita kepada Tuhan tidak mulai luntur dan terpengaruh. Karena sering sebagai manusia, bila kita berada dalam kelemahan iman, jika ada orang masukkan informasi yang tidak benar, iman kita mulai goyah, dan kepercayaan kita kepada Tuhan mulai terganggu. Sehingga kita lebih percaya kepada para normal, obat-obatan, dibanding dengan Kristus.

Iblis bisa menyamar seperti domba, malaikat, jadi jangan tertipu. Orang yang sudah meninggal, rohnya tidak akan gentayangan, karena rohnya telah kembali kepada Tuhan. Pekerjaan Iblis mencoba untuk mencuri perhatian, membelokkan iman, sehingga kita kurang menaruh percaya kepada Tuhan. Tetapi kalau kita percaya Yesus Kristus adalah Tuhan kita, hendaklah hidup kita tetap didalam Tuhan. Kita harus memegang teguh kepada kebenaran firman Allah. Kalau kita terpengaruh, maka akan terbawa dengan perasaan kita, akhirnya akan dibawa / diseret oleh Iblis keluar dari keimanan.

Kita sudah percaya bahwa Kristus itu Tuhan kita, sehingga hendaklah kita hidup dan berakar didalam Dia, sehingga kita akan bertumbuh dengan baik, bahkan berbuah / menghasilkan buah untuk hormat kemuliaan nama Tuhan dan kehidupan yang kekal. Tetapi kalau kita tidak berakar didalam Tuhan, maka mudah tercabut / dicabut. Alangkah indahnya kalau kita berakar didalam Tuhan.

Ada benih firman Tuhan yang tertabur dijalan, semak duri, diatas batu, ditanah yang baik. Semua benih tertabur dan diterima dengan baik. Tetapi, dilihat dalam pertumbuhannya, tetapi ada yang bertumbuh sebentar, begitu ada panas terik, daunnya akan layu sehingga menjadi kering. Itu karena akarnya tidak tertanam dengan baik, sehingga tidak menemukan air kehidupan. Kalau akarnya merambat ke dalam, akan menemukan air kehidupan, sehingga bertumbuh dan menghasilkan buah.

Tuhan Yesus datang ingin mencari buah, bukan melihat rindangnya daun. Yesus pernah mengutuk pohon yang ketika dicari buahnya tidak ada, sehingga pohon itu menjadi kering. Karena itu kita harus berakar didalam Tuhan, sehingga kita tidak akan pernah mengalami kekeringan sekalipun pada musim panas. Daun akan rindang dan menghasilkan buah, itulah anak-anak Tuhan yang tertanam pada Tuhan.

Kita harus tertanam dan berakar, sehingga tidak mudah tercabut / dicabut, walaupun banyak badai / angin, pohon yang semakin tinggi akan goyang, tetapi tidak akan tercabut / roboh. Biarlah kita tertanam didalam rumah Tuhan, kemudian kita akan berbuah, untuk hormat kemuliaan nama Tuhan. Pengaruh-pengaruh yang ada disekitar kita, jangan membuat kita tertipu. Dan kita akan tahu yang pantas / baik untuk kita lakukan, dapat membedakan mana yang berkenan / kudus. Kita selalu menggumuli hidup dan keluarga kita, supaya kita selalu hidup benar dan kudus dihadapan Allah.

Kalau bertumbuh dan berakar didalam Tuhan, kita pasti mengetahui kehendak Tuhan didalam hidup. Perhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi jadilah orang yang arif, pintar, yang bisa menaggapi dan melakukan kebenaran firman Allah, takut Tuhan, urus rumah tangga, hidup sebagaimana orang tua yang dihormati.

Firman Tuhan akan menasihati dan menuntun kepada kebenaran supaya kita diselamatkan oleh Allah dihari-hari yang jahat ini dan terhindar dari malapetaka yang akan datang. Karena firman Tuhan berkata, dunia ini satu waktu akan hancur, kemudian akan banyak kesusahan yang akan terjadi. Dan semua firman Tuhan akan digenapi, kalau semua itu terjadi, kita memuji Tuhan dan tidak usah cemas / takut. Karena kalau kita / setia / kuat didalam Tuhan, kita tetap memuji Tuhan, karena apa yang terjadi semua dalam rencana Tuhan. Karena itu hendaklah kita mengerti kehendak Tuhan. Kita berdoa dan selalu minta petunjuk Tuhan supaya kita tidak mudah / akan tersesat. 

Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 11 Agustus 2011

menang dari cobaan iblis

Lukas 4:1-13. "Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik."

Hidup manusia tidak lepas dari faktor: Tuhan, diriku sendiri, dan kuasa gelap (Iblis). Ketiga hal ini selalu ada selama manusia ada di dalam dunia. Ini terjadi sejak manusia pertama ada: Tuhan – Manusia (Adam) – Ular (Iblis). Kuasa kegelapan akan selalu membuat agar manusia memisahkan diri dari hubungannya dengan Tuhan. Sementara Tuhan selalu memberi kehidupan melalui kebenaran. Manusia berdiri diantara Tuhan dan Iblis. Ini yang selalu membuat manusia ada dalam masalah.

Orang Kristen pun akan mengalami masalah dengan Iblis yang selalu menawarkan ide-idenya untuk menyeret manusia kepada dosa. Bahkan Iblis berusaha mencobai Yesus dengan ide-ide setan, namun Yesus menolak dan menang.

Cobaan pertama, Iblis menawarkan kebutuhan fisik (makanan) lebih daripada kebutuhan rohani. Kita harus bisa mengendalikan masalah fisik kita. Iblis tahu bahwa manusia selalu mengkhawatirkan masalah-masalah fisik. Iblis juga tahu bahwa manusia tidak pernah merasa puas. Dia tahu kelemahan manusia, itu yang akan diserang habis-habisan. Oleh sebab itu kita harus kuat. Lawan Iblis dengan Firman Tuhan. Ini artinya kita perlu Tuhan untuk melawan Iblis. Seperti Yesus yang penuh dengan Roh Kudus dan menang atas cobaan iblis. Jangan mengandalkan kuasa kita sendiri.

Cobaan kedua, Iblis menawarkan kerajaan dunia kepada kita, asal mau menyembah dia. Kerajaan dunia identik dengan: Uang, Kekuasaan dan Seks adalah tawaran Iblis yang sangat menggiurkan dan sekaligus mematikan. Kelemahan manusia terutama dalam ketiga hal itu, yaitu uang, kekuasaan, dan seks, ini menjadikan manusia mempunyai power untuk melakukan apapun juga. Seringkali manusia menempatkan ketiga hal ini menjadi tujuan hidupnya.

Cobaan ketiga, Iblis menawarkan Yesus untuk mencobai Allah dengan cara menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah. Dengan tegas Yesus menolak tawaran Iblis. Sekali lagi, Tuhan Yesus mengalahkan siasat Iblis.

Tuhan Yesus memberi teladan kepada kita bagaimana Ia telah mengalahkan siasat Iblis yang mematikan itu dengan cara menolak mentah-mentah tawaran Iblis. Yesus mampu karena dikuasai oleh Roh Kudus. Oleh sebab itu jadilah pemenang atas cobaan Iblis dengan kuasa Roh Kudus, seperti Yesus telah melakukannya. Ingat, Iblis masih menunggu waktu yang baik untuk mencobai manusia. Waspadalah dengan tetap hidup dalam iman kepada Yesus Kristus.

Minggu, 07 Agustus 2011

Kepahitan

Ratapan  3:15 Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh.


Efesus  4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Menyimpan kepahitan atau dendam itu seperti meniup api lilin kebahagiaan kita dan menjadikan roh kita termangu di dalam kegelapan.
 
Kecambah Kepahitan
Benih kepahitan mulai berkecambah ketika ada orang yang melukai hati kita, baik sengaja atau tidak. Kecambah itu lalu dipupuk oleh sikap permusuhan kita dan penolakan untuk menghadapi kenyataan tersebut. Jika ini terjadi, kepahitan itu akan mengakar semakin dalam dan semakin kuat.
 
Dunia ini penuh orang yang menyimpan kepahitan. Mereka mengkritik, mencari-cari kesalahan dan melakukan pembenaran diri. Pernahkah Anda melihat orang yang hiperkritis? Biasanya orang seperti ini penuh dengan kepahitan. Mereka lihai memancing emosi Anda supaya mereka punya alasan untuk membenarkan kepahitan mereka.
 
Akar Kepahitan
Akar itu menancap di dalam tanah: ia tersembunyi dan tidak kelihatan. Jarang ada orang lain yang bisa tahu kalau orang tersebut punya akar kepahitan. Jika pun diberitahu, dia akan menyangkalinya. Orang yang menyimpan kepahitan biasanya mudah tersinggung, tidak tahu berterimakasih, tidak tulus, dan pendendam.
 
Buah Kepahitan
Kepahitan bisa memengaruhi Anda secara fisik, emosional dan spiritual. Buah kepahitan itu seperti menyimpan asam ke dalam wadah dari kaleng. Yang rusak adalah wadahnya, bukan isinya. Jika hati Anda dipenuhi kepahitan, maka Tuhan tidak bisa bersemayam di hati Anda. Mengapa? Karena kepahitan dan kekudusan tidak bisa bersanding di dalam diri Anda. Tanpa kekudusan Anda tidak bisa melihat Tuhan. (Ibr.12:14). Lalu bagaimana caranya mencabut akar kepahitan?
 
1. Biarkan Tuhan menyingkapkannya. Kita tidak bisa tahu kalau kita punya kepahitan. "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yer. 17:9) Hati yang licik tidak bisa tahu kalau hatinya memang licik. Biarkanlah Roh Kudus mengoperasi hati Anda dan menyingkapkannya bagi Anda.
 
2. Gantikanlah dengan pengampunan. Anda tidak bisa mengejar kekudusan tanpa berdamai dengan orang lain (Ibr. 12:14). Anda akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak ada duga sebelumnya jika Anda mengampuni orang lain.

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 31 Juli 2011

Pelaku Firman


Lukas 6:46-49
Lukas 6:48 Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu  kokoh dibangun 


 Yakobus 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”



     Ada dua macam pengikut Kristus. Pertama, mereka yang mendengarkan firman dan melakukannya dalam hidupnya. Kelompok ini diumpamakan oleh Yesus seperti orang yang mau bersusah-susah membangun rumah di atas fondasi batu, sehingga rumahnya kokoh dan tahan banjir. Kedua, mereka juga mau mendengarkan firman, tetapi tidak melakukannya dalam hidupnya. Kelompok ini diumpamakan Yesus seperti orang yang karena tak mau bersusah-susah dan ingin cepatnya saja, membangun rumah di atas tanah, sehingga rumahnya rusak berantakan ketika dilanda air bah. Membangun rumah dengan cara seperti itu sebenarnya hanya buang-buang waktu, tenaga dan materi saja, tanpa membawa manfaat yang berarti.
     Demikian juga dengan sikap kita terhadap firman. Kita harus memiliki sikap yang benar, yaitu sikap yang tidak hanya ingin dan mau mendengarkannya saja, melainkan bersedia juga melakukan atau menerapkannya di dalam hidup kita. Dan untuk dapat memiliki sikap yang seperti itu kita harus mau bersusah-susah membangunnya, dengan pertama-tama mau menggali atau mempelajari dengan tekun isi firman tersebut. Sebab, sikap kita terhadap firman dibentuk oleh pengetahuan dan pemahaman kita mengenai firman tersebut. Semakin kita memahami dan meyakini kebenaran dan manfaat dari firman yang kita baca atau dengar, semakin besar pula keinginan kita untuk melakukannya di dalam hidup kita.
     Itulah sebabnya Yakobus mengingatkan, agar kita “menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri kita sendiri”  (Yakobus 1:22). Atau seperti yang disabdakan Yesus, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga” (Matius 7:21).
Agar kita tidak hanya tekun mendengarkan firman-Nya, 
tetapi juga bersemangat melakukannya.
 Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 24 Juli 2011

Komitmen Melayani Tuhan


"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."  Roma 12:11

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah” (Kolose 3:23-24)

Di hari-hari ini banyak orang percaya yang mengalami kesuaman terhadap perkara-perkara rohani.  Salah satu contohnya adalah dalam hal pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan.  Awal-awalnya kita begitu antusias dan menggebu-gebu melayani Tuhan, lambat laun semangat itu luntur dan kerajinan kita pun mulai kendor.  Banyak hal yang menjadi penyebabnya, di antaranya:  kecewa dengan hamba Tuhan atau rekan sepelayanan, merasa kurang dihargai, rasa malas, capai ada masalah berat atau kita mulai disibukkan dengan pekerjaan, hobi dan aktivitas-aktivitas luar lainnya.

     Ayat nas di atas kembali mengingatkan agar kita tetap memiliki semangat untuk melayani Tuhan dan juga sesama.  Berhati-hatilah!  Jika kita tetap tenggelam dalam kemalasan dan kesuaman, pada saatnya kita akan benasib seperti jemaat di Laodikia:  "...karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku (Tuhan) akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku."  (Wahyu 3:16).  Oleh karena itu,  "...saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!  Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."  (1 Korintus 15:58).  Kata teguh berarti setia, dan di dalamnya terkandung suatu komitmen yang tinggi.  Dalam hal komitmen, Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita.  Ketika Yesus diutus ke dalam dunia ini Ia dengan penuh komitmen menjalankan kehendak Bapa meski harus melewati penderitaan, aniaya, caci-maki, penolakan, bahkan kematian di atas kayu salib.  KomitmenNya tidak pernah goyah oleh keadaan apa pun.  Dia pun mau mengampuni orang-orang yang telah menganiayaNya.  Yesus berkata,  "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."  (Yohanes 4:34).

     Bagaimana kita?  Janganlah goyah saat kita menghadapi berbagai pencobaan yang ada.  Kalau kita menyerah kalah pada keadaan, Iblis akan bersorak sorai mentertawakan kita.  Ketahuilah:  tidak ada kemuliaan tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa perjuangan.  Mari kita menjaga komitmen untuk melayani Tuhan sampai akhir hidup kita.

Semakin kita setia melayani Tuhan, semakin kita dipercaya olehNya untuk melakukan perkara-perkara besar, walaupun kita harus mengawalinya dari perkara-perkara kecil!

Tuhan Yesus Memberkati.