PELAYAN TUHAN BERHENTI BELAJAR KATHAROS BERHENTI BERTUMBUH ( The servant of God stop learning stop growing katharos )

Minggu, 08 Januari 2012

Kasih yang tak pernah padam - Love of had never out

            Pernahkah kita merenungkan barang sebentar betapa Tuhan mengasihi kita? Dari waktu kita bangun di pagi hari Tuhan sudah menyapa kita dengan kasihNya lewat matahari yang bersinar, udara pagi yang sejuk, dan pada waktu malam Ia mencium kita dengan kehangatan kasih-Nya lewat bintang-bintang di langit dan cahaya bulan yang lembut.Pernahkah kita berpikir bahwa kita masih hidup hingga saat ini karena Tuhan begitu mengasihi kita, dan semua yang kita miliki, harta benda, orang-orang yang ada di sekitar kita (keluarga, teman-teman) itu  Tuhan yang  memberikan untuk kita (2Korintus 9:8)? Apakah saat ini kita belum menyadari bahwa Tuhan sangat menyanyangi kita lebih dari segala sesuatu, menganggap kita berharga (Yes 43:4) dan mengenal kita lebih dari yang kita ketahui(Yer1:5)? Apakah selama ini kita sering bersikap cuek dan sinis terhadap kasih Tuhan, dan menyalahkan Tuhan jika sesuatu yang buruk menimpa kita dan menganggap semua kebahagiaan, kepintaran, harta yang kita miliki adalah hasil dari jerih payah kita sendiri bukannya dari Tuhan?
            Kalau memang kita seperti itu bukankah itu berarti kita ini adalah manusia yang tidak tahu berterima kasih dan tidak tahu diri, menganggap Tuhan harus mengabulkan semua keinginan kita dan marah jika Tuhan tidak mengabulkannya. Kalau kita mau merenungkan saat ini betapapun besar kesalahan kita Tuhan tetap mau mengampuni kita, Dia sangat sabar terhadap ketidak setiaan kita untuk menunggu kita berbalik kepada-Nya, betapa Ia rela mengorbankan Anak-Nya sendiri yaitu Yesus, untuk menanggung segala dosa kita, mati di kayu salib bagi kita? Tidak cukupkah semua itu membuktikan bahwa Tuhan sangat mencintai kita? Tuhan tidak pernah memaksa kita untuk melakukan sesuatu bagi Dia, Tuhan memberikan kepada kita kehendak bebas untuk memilih jalan hidup kita, Dia hanya menanti kita untuk memberikan kehendak bebas kita kepada-Nya.
            Kalau kita mau melihat bukti bahwa Tuhan sangat mencintai kita, kita dapat membaca dari Kitab Suci, isinya adalah bukti kasih Tuhan pada kita, misalnya:Yesaya 49:15-16, Yohanes 3:16-17, Yohanes 17:1-26,dan Yeremia 31:3-4. Jika kita sering membaca kitab suci kita tentu tahu ketika manusia berdosa Tuhan tetap mencari manusia karena Tuhan tidak ingin kita binasa karena dosa kita (Kej 3:1-9), pada waktu umat Israel berkali-kali meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala Tuhan tetap mengasihi dan menolong mereka. Bukankah ini sudah merupakan bukti bahwa Tuhan sangat mencintai kita?

            Kita sering bertanya jika memang Tuhan mengasihi kita mengapa segala hal yang buruk menimpa kita saat ini? Pernahkah kita berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh kita sendiri, dosa-dosa kita(Yakobus 1:13-15). Tuhan tidak pernah menghukum kita, kitalah yang menghukum diri kita sendiri, Tuhan tidak pernah menuntut kepada kita persembahan (Yesaya 43:23b, 24b). Malahan Tuhan mengampuni kita seberat apapun dosa yang kita lakukan dan tidak pernah mengingat-ingat lagi dosa kita dan melemparkan dosa kita ke dalam tubir laut(Yesaya 43:25; Mikha7:18-19). Kita harus berpegang pada firman-Nya bahwa semua rencana Tuhan adalah selalu yang terbaik bagi kita (Yeremia 29:11-14; Mazmur 18:31) dan pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita (1Korintus 10:13). Tuhan selalu ada di samping kita dalam keadaan apapun, Dia selalu memberi kekuatan bagi kita pada saat kita tidak sanggup lagi untuk melangkah (Yesaya 40:28-31), Dia sendirilah yang memilih kita dan Dia tidak pernah menolak kita, bahkan Tuhan sendirilah yang akan meneguhkan dan menolong kita (Yesaya 41:9b-10, 13), dan segala sesuatu yang kita kerjakan  sebenarnya Tuhanlah yang mengerjakan bagi kita (Yesaya 26:12) karena kita adalah milik-Nya yang sungguh berharga di mata-Nya (Yeremia 43:1b-4).

            Jika saat ini ada diantara kita yang sedang mengalami suatu pergumulan, kesedihan, beban, ingatlah bahwa Tuhan sangat mencintai kita dan ingatlah setiap firman-Nya karena dari situlah kita mendapatkan kembali kekuatan kita karena bersama Tuhan tidak ada yang mustahil, Tuhan sendiri yang akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya (Pkh 3:11), bersabarlah dalam menanti waktu Tuhan (Rm 5:3-5) karena Tuhan lebih tahu yang terbaik bagi kita dari pada kita sendiri. Dan ingatlah bahwa Tuhan sendiri yang akan membalut setiap luka-luka kita (Yer 30:17a, 18) dengan kasih-Nya. Semoga dengan renungan ini, setiap orang yang membacanya mengalami suatu peneguhan dan mengalami kasih Tuhan lebih lagi. Dan artikel ini saya persembahkan untuk Yesus yang sangat saya cintai dan hanya untuk kemuliaan-Nya.

Kita tahu dan menyadari bahwa kasih Tuhan jauh melebihi kasih yang ada di dunia ini. Hal ini sudah dapat kita buktikan ketika Bapa mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk mengemban sebuah tugas, yang jikaa tugas itu terpenuhi, maka kita umat manusia mendapatkan keselamatan. Namun kadang kita mungkin tidak dapat memahami pengertian tentang kasih Tuhan Yesus kepada kita seperti layaknya Bapa mengasihi-Nya. Tapi itu adalah hal yang nyata karena Tuhan Yesus sendiri mengatakannya. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:9).

Ketika kita sedang melewati masa-masa yang sulit, mungkin kita merasa Tuhan tidak mengasihi kita. Situasi yang buruk atau sulit tampak lebih besar dari pada kasih Tuhan dan menghalangi pandangan kita melihat kasih Tuhan. Tapi itu tidak mampu mengubah kenyataan bahwa kasih Tuhan selalu melimpah dalam hidup kita. Kasih itu jauh melampaui segalanya.
Setiap gempa yang mengguncang kehidupan kita, setiap gunung berapi yang menimbulkan kerusakan, berfungsi sebagai pengingat bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang abadi, hanya kasih Tuhan yang abadi. Kasih Tuhan bagi kita tidak akan pernah berubah. Kita cenderung menilai kasih Tuhan berdasarkan kasih manusia yang kita kenal. Ketika orang-orang yang seharusnya mengasihi kita, berubah mengecewakan dan meninggalkan kita sehingga kita pun takut Tuhan akan melakukan hal yang sama, khususnya saat kita merasa diri kita tidak layak untuk dikasihi.

Syukurlah, kasih Tuhan bukan seperti kasih manusia. Kasihnya kepada kita tidak akan pernah mengecewakan. Rasul Paulus berdoa bagi orang-orang percaya yang sedang mengalami masa sulit, “Aku berdoa supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” Paulus ingin mengatakan bahwa sedalam apa pun kita mencoba menyelidiki kasih Tuhan, kita tidak akan menyentuh dasarnya.
Dia rela melakukan kehendak Bapa-Nya, Ia yang adalah Raja harus lahir ke dunia ini dalam sebuah kandang dan kemudian menderita di kayu salib. Ia rela mati bagi kita dan ini bukti kasih-Nya kepada kita, umat manusia. Karena itu marilah kita meyakinkan diri kita, bahwa kasih Tuhan tidak akan pernah memudar untuk kita, bahkan, Rasul Paulus juga menuliskan tidak ada satu hal pun dalam dunia ini yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan sekalipun maut.

Betapa luar biasanya kasih Tuhan itu. Kita memiliki kasih Tuhan yang besar dan melimpah yang selalu disediakan bagi kita umat yang mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh. Lihatlah betapa baiknya Tuhan itu, kasih setia-Nya kekal selamanya!!


Tuhan Yesus Memberkati. 

Minggu, 25 Desember 2011

Selamat Natal 2011 - Merry Christmas 2011

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
  

Kelahiran Yesus Kristus sejatinya merupakan berita sentral dari seluruh Alkitab dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, dan kelahiran Yesus telah menjadi perayaan massa terbesar di dunia setiap bulan Desember. Kata “Christmas” sendiri berasal dari kata “Christ” (Kristus, dalam bahasa Yunani berarti “yang diurapi”) dan kata “mass”, yang berarti perayaan (celebration), secara sederhana “Christmas” dapat diartikan perayaan tentang Kristus dan kelahiran-Nya (perayaan natal). tidak dapat disangkal bahwa Alkitab sendiri sesungguhnya menyingkapkan nilai-nilai keagungan yang maha ajaib dan penuh anugerah bagi kehidupan manusia melalui peristiwa kelahiran Kristus (natal). 

Menerima dan memiliki Yesus Kristus merupakan pengalaman menerima kekayaan dan kemuliaan yang tak ternilai dan tak terbayarkan oleh hal apa pun, bahkan sesungguhnya tidak ada manusia yang berhak dan layak menerima Kristus di dalam dirinya kecuali hanya menerimanya sebagai anugerah Allah semata (Efesus 2:8-9; 1Petrus 1:18-19; Mazmur 49:8-10). Keselamatan tidak pernah merupakan produk dari usaha dan tindakan serta kemauan atau pilihan manusia, sepenuhnya peristiwa natal dalam diri setiap orang Kristen merupakan pemberian gratis dari Allah. Kepada siapa anugerah itu diberikan dan karena apa seseorang menerima anugerah itu diberikan semuanya dilakukan oleh Allah dalam kasih dan kerelaan serta dalam kedaulatan dan rencana-Nya yang sempurna. Sehingga tidak ada satu orang pun dapat membanggakan diri dan merasa “spesial” ketika ia menjadi seorang Kristen dan memiliki hidup kekal di dalam dirinya (1Yohanes 1:11-13). Dampak dari menerima kelahiran Kristus di dalam diri seorang Kristen adalah bahwa dalam kehidupan orang tersebut memancarkan kembali pribadi Kristus (kasih dan kekudusan-Nya) dalam tingkah laku dan perbuatannya sehari-hari. Perayaan natal terbaik adalah sebuah demonstrasi kehidupan yang penuh dengan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari yang memuliakan Allah (1 Petrus 2:9). Seperti tertulis dalam Matius 5:16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Mengapa berita kedatangan Kristus begitu penting dan begitu berdampak besar bagi kehidupan manusia? Karena berita natal adalah berita pembebasan kepada manusia yang sedang dijajah dan terbelenggu oleh dosa dan dampak kekal yang diakibatkannya, yaitu kematian kekal (Roma 6:23). Natal bukan hanya membebaskan manusia dari dampak kematian kekal, namun ketika manusia hidup di dunia tanpa kedatangan Kristus, maka hidup manusia akan tetap berada dalam kesia-siaan belaka, tragedi terbesar dan penderitaan terbesar hidup manusia tidak akan pernah terselesaikan. Sesungguhnya semua manusia sedang berjalan dalam kegelapan, dan tanpa disadari oleh semua manusia bahwa ia sedang berjalan menuju jurang kebinasaan (Yesaya 8:22, 9:1). Api neraka yang menyala-nyala sedang menganga terbuka lebar untuk menyambut kejatuhan dan kematian serta hukuman kekal manusia berdosa (2Petrus 2:4; Wahyu 21:8). Namun Alkitab berkata: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Kasih Allah yang besar adalah nti berita natal, rencana dan tindakan penyelamatan hidup manusia dari kesia-siaan dan kematian kekal, penebusan dan penyelamatan yang bukan hanya sekedar demostrasi kekuatan dan kekuasaan Allah untuk dapat menyelamatan manusia. Namun lebih didasari oleh kasih yang sempurna yang penuh dengan pengorbanan di kayu salib. Allah sendiri yang menetapkan harga penebusan dan penyelamatan itu, manusia tidak dapat membayarnya, sehingga Allah yang harus membayar dari dosa manusia dengan kematian Kristus di kayu salib (Imamat 17:11; Ibrani 9:22). Merayakan natal di bulan apa dan tanggal berapa pun tidak akan pernah melanggar prinsip kebenaran Alkitab, kapan pun itu dirayakan dengan maksud merayakan kasih dan kebaikan Allah di dalam pribadi sang Juruselamat Dunia, Yesus Kristus akan tetap sah dan bermakna. Perayaan natal di bulan Desember bisa menjadi satu momen perayaan masal di seluruh dunia, tetapi perayaan natal yang sesungguhnya adalah merayakan kelahiran Kristus penebus dosa di dalam tiap-tiap individu yang percaya. dan dengan penuh sukacita dan gegap gempita sebagaimana para gembala bersukacita ketika mendengar kabar kedatangan sang Mesias Juruselamat ke dalam dunia (Lukas 2:20). 


Semangat merayakan natal sesungguhnya adalah menghidupi dan menghadirkan Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari dengan selalu menjaga kekudusan hidup, rajin menghasilkan perbuatan-perbuatan baik bagi orang lain dan yang memuliakan Bapa di sorga. Perayaan natal yang sejati bukan dengan pesta-pesta meriah dan bukan untuk pemuasan emosi melalui ibadah-ibadah yang meriah. Semangat natal adalah semangat untuk merendahkan diri dihadapan Allah, merendahkan hati dihadapan manusia, semangat untuk mengasihi dengan tulus, semangat untuk mengampuni orang yang bersalah. Semangat natal adalah semangat untuk selalu bersyukur dan memuji Tuhan, semangat untuk mengasihi Allah dan sesama, semangat untuk memuliakan Allah yang maha tinggi melalui setiap detail kehidupan kita.

Gloria in excelsis Deo!
“Selamat Natal 2011

Tuhan Yesus Memberkati.

Minggu, 18 Desember 2011

Tak pernah tinggalkan ku - Never leave me

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” Yesaya 49:15
Ester 6:1-3
(1) Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
(2) Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros.
 (3) Maka bertanyalah raja: “Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?” Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: “Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun.


Banyak orang yang mempunyai pendapat bahwa Allah sering melupakan mereka dan Allah tidak peduli dengan keberadaan mereka. Kesengsaraan yang mereka alami dan penderitaan yang mereka jalani dijadikan bukti dari ketidakpedulian Allah.
*courtesy of PelitaHidup.com
Mereka berseru tapi tidak mendengar. Orang-orang tersebut tidak mengenal Allah yang sebenarnya. Mereka hanya melihat dari sudut pandang mereka sendiri, mereka tidak menyadari bahwa banyak hal yang harus mereka lakukan, salah satunya adalah introspeksi diri.
Pada dasarnya Allah selalu peduli dan Dia senantiasa tergerak oleh belas kasihan.  II Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Semua yang Dia lakukan adalah untuk kebaikan kita semua!
Allah tidak pernah menjadi sibuk atau lalai terhadap salah seorang anak-Nya, bahkan tertidur sekalipun. Daud mengalami banyak hal dengan Allah, salah satu yang dikatakannya mengenai Allah ada dalam Mazmur 121:3-4, Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Mata Allah selalu memandang kepada anak anakNya.”
*courtesy of PelitaHidup.com
kita bisa pelajari apa yang Allah katakan dalam ayat  di atas : Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Jawabannya adalah ya! Bahkan di zaman sekarang ada ibu yang tega menjual anaknya sendiri! Perhatikan kelanjutan dari perkataan Allah : Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Bukankan ini suatu jaminan bagi hidup kita?
Seorang ibu yang sedang menyusui memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap bayinya, bahkan ketika bayi tersebut berada dalam ruangan lain sesibuk apapun seorang ibu sangat peka ketika anaknya menangis dan membutuhkannya, ia tidak akan pernah mengabaikan kebutuhan anaknya. Jika seorang ibu bertindak seperti itu, apalagi Allah, Tuhan kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Perumpamaan ini Allah pilih untuk menggambarkan bagaimana Dia memelihara umatNya, karena Dia lebih peka terhadap kebutuhan anak-anak-Nya daripada ibu yang paling penuh kasih di dunia ini. Dia mengantisipasi setiap anakNya yang berteriak minta tolong.  Yesaya 65:24, Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. Hal Ini adalah salah satu janji yang paling menyenangkan bagi kita: Tuhan tidak akan pernah melupakan kita.
Saat Mordekhai menggagalkan rancangan pembunuhan untuk raja, yang akan di lakukan oleh Bigtan dan Teres, sida sida yang sakit hati terhadap raja. Apa yang Mordekai lakukan terlupakan seakan-akan tidak dihiraukan, dan tidak mendapatkan hadiah apapun. Peristiwa itu hanya ditulis dalam kitab sejarah saja.
*courtesy of PelitaHidup.com
Namun sekali lagi, Allah adalah Allah yang tahu apa yang terbaik buat anak anakNya, saat kritis menghantui Mordekhai yang akan di gantung di tiang gantungan yang di buat oleh Haman, Allah membuat raja Ahasyweros tidak dapat tidur dan meminta orang membacakan kitab sejarah. Bukan suatu kebetulan, tetapi Allah yang merancang semua itu sempurna, Allah yang membuat raja mendengar satu nama yaitu Mordekhai yang menggagalkan rencana pembunuhan terhadap dirinya.
Jangan biarkan keadaan sulit yang Anda hadapi meyakinkan Anda bahwa Allah telah melupakan Anda. Jangan pernah beranggapan bahwa Allah lebih peduli dengan kebutuhan orang lain yang lebih penting dari Anda.
Ingatlah jika saat ini Anda merasa bahwa Allah belum menjawab doa pergumulan Anda dan membiarkan Anda menderita, itu adalah suatu kesalahan dalam pemikiran Anda! Jangan biarkan pemikiran itu berlama-lama ada dalam hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketahuilah bahwa Allah melihat Anda dengan penuh kasih, jauh melebihi dari kepedulian seorang ibu yang menyusui. Hal ini akan meyakinkan Anda untuk mengetahui bahwa Bapa sangat mengasihi Anda.

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 11 Desember 2011

Tuhan tak pernah terlambat – God never late

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.  Roma 8:28

Ketika situasi tidak seperti yang kita harapkan, atau sedang menghadapi tantangan, sangat sering kita melupakan bahwa segala hal bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Tuhan.
Kadang ketika menghadapi keseharian yang membosankan, kita terjebak untuk berpikir bahwa hari besok akan sama saja seperti hari ini.
Namun ada kabar baik untuk Anda, “Tuhan memberikan sesuatu yang baru setiap hari bagi Anda!”
Jika Anda melihat kembali janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, Anda pasti akan kagum kepada-Nya. Ketika kita melihat kembali ke belakang, kita akan tahu bahwa Tuhan bekerja menurut waktu-Nya, bukan waktu kita. kita akan menyadari bahwa kita sedang hidup dalam perkenanannya. Hal ini adalah sesuatu yang luar biasa. Bahkan dalam masa yang paling menjenuhkan dalam hidup kita, Tuhan ada disana bersama kita, dan Dia sedang bekerja untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.

Tuhan masih terus bekerja, bahkan ketika kita tidak bisa membayangkan apakah Dia masih bersama kita atau tidak. Mungkin kita merasa sendirian, ditinggalkan, gagal dan tak berpengharapan. Tapi Tuhan selalu bersama kita. Dia selalu memiliki pengharapan atas hidup kita. Dia berkata kepada Anda, “AKU menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." (Hakim-hakim 6:12).

Tuhan adalah Allah yang tidak dibatasi apapun. Bahkan ketika kita hanya mengharapkan sedikit, Dia bisa melakukan hal-hal yang besar. Dia bisa bekerja dalam hidup Anda, sekalipun kita hanya memiliki iman yang hanya sebesar biji sesawi saja. Sedikit pengharapan dalam hidup kita, itu sudah cukup untuk Tuhan bekerja dan melakukan pekerjaan yang dasyat melalui hidup Anda.

Kini arahkan mata Anda kepada-Nya, lihatlah Tuhan sebagai pribadi yang besar dan tak terbatas itu. Pribadi tersebut adalah pribadi yang mengasihi Anda dan mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan hidup Anda.
Jika Tuhan rela meninggalkan sorga dan menjadi sama dengan manusia serta menanggung semua penderitaan manusia, tidakkah Dia akan menolong Anda pada waktunya? Percayalah, bahwa Tuhan mengasihi Anda. Kasihnya tidak akan berkurang, apapun yang terjadi. Ketika Anda lelah dan kehilangan pengharapan, peganglah tangan Tuhan dengan erat.

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 04 Desember 2011

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya - He make everything beautiful in its time

Pengkotbah 3:11 "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."
Tuhan ingin agar kita tetap sadar dan tidak mencoba merasionalisasikan rencana Tuhan hanya secara sepihak lewat kacamata kita. Tidak tepat apabila kita "memerintah" Tuhan untuk memberikan segala yang kita inginkan, yang menurut kita terbaik bagi kita. Padahal Tuhan jelas Maha Tahu, dan Dia berjanji untuk memberikan segala yang terbaik kepada kita anak-anakNya. Artinya, Tuhan pasti jauh lebih tahu mana yang terbaik buat kita masing-masing. Apa yang menurut kita terbaik, belum tentu terbaik. Tapi Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita. Itu pasti.

kita bisa baca apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius di atas. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (Matius 7:7-8). Jika kita hanya membaca ayat ini saja, maka kita akan mendapatkan pemahaman yang keliru mengenai janji Tuhan. Ya, benar bahwa Yesus mengatakan bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Tapi jika kita lanjutkan kepada ayat-ayat berikutnya, kita akan melihat pengertian yang lebih jelas mengenai hal pengabulan doa. "Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,atau memberi ular, jika ia meminta ikan?" (ayat 9-10). Mungkinkah kita memberikan sesuatu yang membahayakan dan mematikan kepada anak-anak kita sendiri? Mungkinkah kita mau mencelakakan mereka? Sebagai orang tua yang baik, kita tidak mungkin memenuhi semua permintaan mereka. sebuah contoh. Jika mereka minta permen terus menerus, apa yang anda lakukan sebagai orang tua yang baik? Anda berikan setiap mereka minta, atau anda harus tahu kapan harus menolak? Tentu anda harus tahu kapan anda harus memberi, dan kapan anda harus menolak. Itu namanya orang tua yang baik. Menuruti mereka sepenuhnya sama artinya dengan menjerumuskan atau merugikan masa depan mereka! Anak-anak akan terus meminta permen karena mereka suka dengan rasanya yang manis, atau warna-warni menarik. Menurut mereka itu yang terbaik bagi mereka, padahal tidak demikian. Sebagai orang tua, tentu kita akan jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi mereka. Jika orang tua saja tahu, apalagi Tuhan, Sang Pencipta yang sangat mengasihi kita. Dan itulah yang dikatakan Yesus dalam ayat selanjutnya. "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (ayat 11).

ada berapa banyak manusia yang tidak menyadari bahwa manusia adalah ciptaan, bukan pencipta, dan yang namanya ciptaan seharusnya bergantung kepada penciptanya yaitu Tuhan karena hanya Tuhanlah yang mempunyai rencana yang sempurna atas ciptaan-Nya.
Kabar baiknya adalah Tuhan tidak pernah membuat rancangan yang buruk di dalam hidup kita.
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29 : 11
Tuhan tidak pernah merencanakan kita untuk gagal melainkan berhasil.
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Yosua 1: 8

 
Agar kita bisa memperoleh tuntunan Tuhan sehingga keputusan kita benar dan waktunya tepat sehingga keberhasilan yang kita raih, ada dua hal yang harus kita perhatikan:
1. Miliki hati nurani yang murni.
Kisah para rasul 24 : 15, Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
 Paulus, yang memberi teladan bagaimana menjaga hati nurani yang murni, berkata, “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia” (Kis. 24:16). Melalui pengakuan dosa dan pertobatan, ia menjaga hidupnya di hadapan Allah. Apakah dosa mengganggu Anda? Ikutilah teladan Paulus. Berjuanglah untuk memiliki hati nurani yang murni.
2. Miliki sikap rendah hati di hadapan Tuhan.
Amsal 3 : 34, “.. tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.”
Orang yang rendah hati adalah orang yang menyadari bahwa dia adalah ciptaan bukan pencipta, oleh karena itu ia akan selalu berharap dan mengandalkan Tuhan sang pencipta.
Di dalam kehidupan sehari-harinya ia banyak bertanya kepada Tuhan dan baru memutuskan segala sesuatu setelah mendapat jawaban atau tuntunan Tuhan.
Mazmur 25 : 9, Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Jalan dari Tuhan pasti membawa kita masuk ke dalam hidup dan hidup di dalam segala kelimpahan.

Yakinlah, Tuhan selalu mengasihimu, Dia merancangkan sesuatu bagimu―bukan rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera―agar kita beroleh hari depan yang penuh harapan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Minggu, 27 November 2011

Penyertaan Tuhan - inclusion of God


Apakah arti dari penyertaan? Penyertaan artinya ”ikut; turut”, jadi penyertaan Tuhan artinya Tuhan ada bersama-sama dengan kita sekarang ini.

Dalam bahasa Ibrani kata “penyertaan Tuhan” paling sering kita dengarkan dengan menggunakan kata “Immanuel”, Imanuel atau Emanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibrani עִמָּנוּאֵל "TUHAN BERSAMA KITA". Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya dengan kita). Nama ini muncul 3 kali dalam Alkitab yaitu dalam Yesaya 7:14 dan 8:8, lalu juga muncul dalam Matius 1:23.
Allah berjaji untuk senantiasa menyertai kehidupan kita sampai kapanpun.

Kita dapat belajar mengenai penyertaan Tuhan melalui pengalaman umat Israel, salah satunya melalui pengalaman di Masa dan Elim yang tertulis dalam Kitab Keluaran 15:22-27. Melalui pengalaman mereka tersebut, kita dapat belajar beberapa hal mengenai penyertaan Tuhan.

+ Penyertaan Tuhan  bukan berarti  hidup terbebas dari masalah (Keluaran 15:22-24).
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, bangsa Israel menghadapi peristiwa yang kontras. Baru saja mereka dilepaskan dari penjajahan Mesir, bahkan melewati laut Teberau yang terbelah. Tetapi sekarang mereka menghadapi persoalan  ketersediaan air. Selama tiga hari mereka berjalan di padang gurun Syur dengan tidak mendapatkan air dan setelah mereka sampai di Mara mereka mendapatkan air pahit. Dapatlah dibayangkan apa artinya air bagi mereka yang hidup di padang gurun.

Dalam keadaan tertentu, air akan lebih berharga dibandingkan emas.

Demikian juga dengan anak-anak Tuhan pada masa kini. Meskipun kita tetap setia mengikut Dia, melayani Dia, serta melakukan segala titah-Nya, kita tetap tidak terlepas dari masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita sehari hari, ada yang sepele, ada yang serius; ada yang ringan ada yang berat; ada yang bersangkutan dengan kesehatan atau dengan uang; masalah dalam keluarga dan masalah di tempat kerja; dengan teman atau tetangga, bahkan di dalam pelayanan Tuhanpun kita tidak luput masalah.

Tidak mengherankan jikalau ada orang yang menjadi mundur bahkan meninggalkan Tuhan karena sebelumnya "terlalu giat" melayani Tuhan dan setelah muncul masalah menjadi kecewa.

+  Penyertaan Tuhan  berarti Tuhan hadir dalam hidup kita (Keluaran 15:25-26).
Pada waktu orang Israel bersungut-sungut karena air yang sangat dibutuhkannya, ternyata tidak dapat diminum. Musa berseru-seru kepada Tuhan dan Ia menyatakan penyertaan-Nya, kehadiran-Nya dengan menjadikan air pahit itu menjadi manis. Ini adalah mujizat. Kemudian Tuhan memberikan ketetapan-ketetapan dan peraturan kepada mereka untuk menyatakan penyertaan-Nya itu.

Tuhan hadir dalam hidup kita untuk mengajar, mendidik, menghibur, memberi kita kekuatan dan menolong kita melalui firman-Nya pada saat kita bersaat teduh, mendengarkan khotbah, berdoa dan sebagainya. Sesungguhnya firman Tuhan itu sumber kekuatan kita.

Banyak orang dunia yang menjadi terganggu jiwanya dan bahkan sampai berani menghabisi nyawanya sendiri karena tidak kuat menahan tekanan hidup di zaman yang sedang berkembang ini, di zaman kejahatan yang semakin merajalela, sampai anak kecilpun berani melakukan pembunuhan  karena tidak tahu kemana harus mencari perlindungan. Akhirnya, jiwa mereka terguncang dan tidak sedikit yang memilih mengakhirinya saja.

Tetapi seharusnya orang-orang Kristen mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menjalani kehidupan ini. Ada kuasa yang menyertai, melindungi, dan menghiburnya. Sehingga mereka tetap dapat bersukacita walaupun menghadapi sakit penyakit yang fatal, meskipun mereka diperlakukan dengan tidak adil, meskipun masa depan mereka di mata dunia hanyalah bayang-bayang gelap dan meskipun kejahatan mengelilinginya.

Namun, penyertaan Tuhan juga adakalanya tidak dapat dirasakan oleh sebagian anak-anak Tuhan. Itu disebabkan karena tidak mau mendengarkan firman-Nya, menutup hati terhadap ajaran-Nya, tidak mau menurut didikan-Nya. Berapa banyak anak Tuhan yang menderita dalam rumah tangganya karena  ia telah mengabaikan nasehat firman Tuhan  untuk tidak menikah dengan orang yang tidak seiman?  Berapa banyak anak Tuhan yang tidak dapat merasakan damai sejahtera dalam hidupnya karena ia lebih mengutamakan harta daripada Tuhan? Dan, masih banyak contoh lain dalam realita dunia ini.

+  Penyertaan Tuhan berarti Allah telah menyediakan jalan keluar  (Keluaran 15:27)
Dari Mara Tuhan memimpin umat Israel ke Elim, tempat yang berlimpah dengan air dan pohon korma. Di Elim ini mereka dapat beristirahat dengan tenang.

Memang hidup ini tidak terpisahkan  dari kesesakan-kesesakan, tetapi Tuhan yang menyertai kita telah menyediakan jalan ke luar. Yang harus kita lakukan adalah berserah sepenuhnya kepada-Nya,  mengingat janji-Nya bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita (I Kor 10:13) dan segala hajaran-Nya untuk kebaikan kita juga  (Ibrani 12:10).

Marilah kita membawa seluruh kesusahan kita kepada-Nya, karena Ia, sumber berkat akan memberikan kelepasan.

Dari perjalan hidup umat Israel tersebut dapatlah disimpulkan bahwa penyertaan Tuhan bukan berarti umat-Nya selalu bebas dari persoalan tetapi penyertaan Tuhan berarti Dia selalu hadir dalam hidup umat-Nya dan siap sedia memberikan jalan keluar dalam setiap persoalan kita.

Berserahlah kepada-Nya, menengadahlah dan lihat tangan berlubang paku akan melawat kita. 

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."


Lalu apakah yang Tuhan lakukan ketika Dia menyertai hidup kita?
Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari tentang janji penyertaan Tuhan dalam kehidupan orang percaya:
1.      IA SELALU ADA BERSAMA KITA (AYAT.5)
Penyertaan Tuhan memberikan arti bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita, Ia tidak akan membiarkan kita dan tidak akan meninggalkan kita.
Dalam ayat 5 ada kalimat yang menyatakan “…Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ini adalah janji penyertaan Tuhan bagi orang percaya.  Dan kita mengakui bersama bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang benar, yang menyatakan fakta tentang diri Allah.  Allah selalu menepati janji penyertaan-Nya dan secara jelas itu dapat kita lihat dengan sejarah penyertaan-Nya ketika Ia membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.  Dalam gambaran ini kita melihat penyertaan Tuhan yang tidak pernah berkesudahan, siang dan malam ia menyertai mereka berjalan menuju ke tanah Kanaan. Suatu penyertaan yang luar biasa Allah lakukan terhadap umatnya. Ia tidak membiarkan mereka dan Ia pun tidak meninggalkan mereka sendiri, Ia Allah yang setia kepada janji-Nya. 
Sekarang pun janji Tuhan itu tetap nyata sampai saat ini dan sampai seterusnya. Walau secara mata kita tidak melihat tiang awan dan api Tuhan seperti apa yang dilihat oleh bangsa Israel, tetapi Ia tetap menyertai kita karena penyertaan Tuhan tidak tergantung dari apa yang kita lihat atau rasakan.  Sebab Ia adalah Allah dan Ia tetap menyertai orang percaya, sekalipun kita tidak merasakannya dan tidak melihatnya, karena Dia adalah Immanuel,DIa ada bersama dengan kita. Ketika Tuhan menyelamatkan kita dan membawa kita keluar dari kehidupan lama, Ia menyertai kita dengan memimpin hidup kita menuju kepada kehidupan yang kekal.

Kadang ketika kita mengalami masalah (Tidak mendapatkan pekerjaan/Keluarga/Keuangan/kuliah,dll) kita cenderung akan bertanya dimanakah penyertaan Tuhan? Apakah Tuhan meninggalkan aku, ketika menghadapi masalah? Tidak demikian. Sebenarnya Tuhan tetap ada bersama dengan kita dalam keadaan apapun, tetapi kita yang tidak mengetahui dan mengenal dengan benar arti dari penyertaan Tuhan. Hal ini dapat disamakan dengan bangsa Israel yang selalu bersungut-sungut saat menghadapi masalah ketika melakukan perjalanan dari Mesir menuju Kanaan. Padahal Allah ada menyertai mereka dan merekapun melihat penyertaan Tuhan itu dengan nyata. Namun mereka seakan-akan menganggap Tuhan tidak menyertai mereka.
Sebagai orang percaya kita harus mengetahui bahwa dalam keadaan apapun Tuhan selalu menyertai kita.
2.      IA SELALU ADA UNTUK MENOLONG KITA (AYAT.6)
Penyertaan Tuhan memberikan arti bahwa Tuhan selalu ada untuk menolong kita, Ia adalah penolong yang sejati dan kita tidak perlu takut menghadapi kehidupan ini.
Dalam ayat 6 Firman Tuhan berkata “…Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut…” Ini merupakan wujud dari penyertaan Tuhan, yaitu pertolongan.  Tuhan bukan hanya tidak membiarkan dan tidak meninggalkan, tetapi Dia juga bertindak sebagai penolong dalam hidup kita.

Kebanyakan orang yang tidak mengerti tentang keberadaan Tuhan sebagai penolong dalam hidup mereka, sehingga dapat kita lihat banyaknya orang yang sudah tidak mengerti apa pentingnya Doa, bahkan tidak lagi berdoa kepada Tuhan. Tidak sedikit pula, orang percaya yang mencari pertolongan ditempat lain.
Kita sudah tidak asing lagi dengan kisah dua belas pengintai (Bilangan 13). Kisah ini terjadi pada saat bangsa Israel ada di padang gurun Paran (Bilangan 12:16), sebuah daerah yang sangat dekat dengan tanah perjanjian yang Tuhan sudah janjikan. Alkitab menuliskan bahwa Yosua dan Kaleb akhirnya berhasil memasuki tanah Kanaan. Tetapi kesepuluh pengintai lainnya tidak mewarisi janji-janji Allah karena mereka digentarkan oleh penduduk yang ada di Kanaan. Salah satunya adalah bangsa Enak, yaitu bangsa yang berperawakan besar, lebih daripada manusia pada umumnya. Kita telah sering mendengar mengenai keberhasilan Kaleb dan Yosua. Tetapi, saat ini kita akan memetik pelajaran dari kesepuluh pengintai yang lain. Rasa takut merupakan sebuah tanda bahwa kita tidak mengenal arti dari penyertaan Tuhan dalam hidup kita.
Bilangan 14:9 dituliskan ,”…, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis.…” Yosua dan Kaleb tidak takut, tetapi sepuluh pengintai lainnya merasa takut. Dan inilah yang membuat mereka gagal pada akhirnya. Mereka lupa bahwa Tuhanlah yang menyertai mereka. Apakah keberanian itu? Kata “berani” mengandung pengertian: kgemampuan untuk bertindak mengatasi rasa takut. Artinya, orang yang berani bukanlah orang yang tidak dapat digentarkan atau tidak memiliki rasa takut. Tetapi orang yang berani adalah orang yang tahu mengatasi kegentaran atau ketakutan itu. Setiap orang memiliki rasa takut. Tetapi jika kita mempercayai Tuhan yang menyertai, kita diberi kemampuan untuk mengalahkan rasa takut itu. Itulah yang terjadi kepada Kaleb dan Yosua. Kaleb dan Yosua mengalahkan ketakutan dengan kesadaran bahwa Tuhan menyertai mereka. Beranikah kita mengambil keputusan yang tepat saat kita menghadapi persoalan yang sulit? Beranikah kita mengatakan bahwa Tuhan adalah penolongku dan aku tidak akan takut menghadapi masalahku.  Kita memang mungkin digentarkan atau dibuat takut. Tetapi jika kita yakin bahwa Tuhan menyertai kita, maka kita akan dapat menyingkirkan rasa takut tersebut.

Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita dan Dia selalu punya waktu untuk menyertai serta Dia tidak akan pernah membiarkan Kita sendiri menjalani kehidupan ini.

Tuhan Yesus Memberkati.